Home » » Penyusun Ekosistem dan Interaksi antar Komponen

Penyusun Ekosistem dan Interaksi antar Komponen

Posted by Guru Kito on 11.11.10

Jika kamu pergi ke daerah pegunungan dan hutan, apakah yang dapat kamu nyatakan mengenal pemandangan di sana? Apa yang akan terjadi bila salah satu komponen, misalnya pepohonan ditiadakan. Karena keberadaan komponen satu dengan komponen lainnya saling membutuhkan dan mempengaruhi. Itulah ciptaan Tuhan yang menempatkan semua ciptaan-Nya menjadi satu kesatuan yang saling mempengaruhi di alam kita ini.
Kita ketahui di alam ini tidak ada satupun organisme yang dapat hidup sendiri, terpisah dan terasing dari makhluk lainnya, termasuk manusia. Untuk hidup kita perlu makan dan tempat hidup yang nyaman, maka kita memerlukan kehadiran organisme lain sebagai penyedia makanan dan tempat untuk melakukan aktivitas kehidupan. Dengan demikian, terjadilah interaksi antar organisme dengan sesamanya dan juga interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Hubungan ketergantungan yang saling mempengaruhi antara organisme dengan lingkungannya merupakan ekosistem yang akan kita kaji selanjutnya.
Di sini kamu akan mengenal lebih dekat tentang komponen ekosistem, peranan masing-masing komponen dalam perpindahan zat dan untuk kehidupan.

A.  Komponen Penyusun Ekosistem
Dari sebuah lingkungan kita dapat menemukan komponen penyusun ekosistem, yaitu komponen yang terdiri dari makhluk hidup dan lingkungannya. Lingkungan yang menyertai suatu organisme dapat berupa organisme hidup (biotik) dapat pula bukan organisme. Secara garis besar komponen penyusun ekosistem terdiri atas komponen biotik dan abiotik.
1.      Komponen abiotik
Komponen abiotik suatu ekosistem merupakan keadaan fisik dan kimia yang  menyertai kehidupan organisme sebagai medium dan substrat kehidupan. Komponen ini terdiri dari segala sesuatu tak hidup dan secara langsung terkait pada keberadaan  organisme, antara lain sebagai berikut.
a.    Tanah
Tanah berperan penting bagi tumbuhan, hewan, dan manusia, sebagai tempat tumbuh dan hidupnya tanaman, melakukan aktivitas kehidupan, tempat berlindungnya hewan tertentu seperti tikus dan serangga, serta sumber nutrisi bagi tanaman. Kondisi tanah ditentukan oleh derajat keasaman (pH) tanah, tekstur atau komposisi tanah yang mempengaruhi kemampuan tanah terhadap penyerapan air, garam mineral dan nutrisi yang sangat penting bagi tanaman.
b.    Air
Semua organisme hidup tidak dapat lepas dari ketergantungannya terhadap air. Air diperlukan organisme dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhannya, tergantung dari kemampuannya menghemat penggunaan air. Organisme yang hidup pada habitat kering umumnya memiliki cara penghematan air.

Keadaan air sangat ditentukan oleh faktor-faktor berikut.
1)  Salinitas atau kadar garam bagi organisme yang hidup pada
2)  habitat air sangat berpengaruh.
3)  Curah hujan mempengaruhi jenis organisme yang hidup pada suatu tempat.
4)  Penguapan mempengaruhi adaptasi tanaman pada tempat tertentu .
5)  Arus air mempengaruhi jenis hewan dan tumbuhan yang dapat hidup pada habitat air tertentu.

c.    Udara
Seseorang yang sedang bernafas dengan memanfaatkan Oksigen
Udara sangat penting bagi kehidupan organisme. Sebagaimana manusia membutuhkan udara untuk bernapas. Kondisi udara pada suatu tempat sangat dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut.

1)  Cahaya matahari, sangat penting untuk laju proses fotosintesis tumbuhan hijau untuk memberikan pasokan oksigen ke lingkungan.
2)  Kelembaban, merupakan kadar air yang terdapat di udara yang mempengaruhi kecepatan penguapan dan kemampuan bertahan hewan terhadap kekeringan.
3) Angin, berpengaruh terhadap tumbuhan dalam hal sistem perakaran dan penyerbukan tanaman.

d.    Topografi
Tofografi
Topografi merupakan variasi letak suatu tempat di permukaan bumi ditinjau pada ketinggian dari permukaan air laut, garis bujur, dan garis lintang. Perbedaan topografi menyebabkan jatuhnya cahaya matahari menjadi berbeda, menyebabkan suhu, kelembaban, dan tekanan udara maupun pencahayaan juga berbeda. Hal ini yang mempengaruhi persebaran organisme.

e.    Iklim
Iklim
Iklim merupakan kombinasi berbagai komponen abiotik pada suatu tempat, seperti kelembaban udara, suhu, cahaya, curah hujan dan lain-lain. Kombinasi abiotik ini berkaitan dengan kesuburan tanah dan komunitas tumbuhan pada suatu tempat.

2.   Komponen biotik
Komponen biotik suatu ekosistem merupakan komponen yang terdiri dari organisme yang dikelompokkan sebagai berikut.
a.       Berdasarkan cara makan
a) Organisme autotrop, merupakan organisme yang dapat mengubah bahan anorganik menjadi organik (dapat membuat makanan sendiri). Organisme autotrop dibedakan menjadi dua tipe. Yaitu, Fotoautotrop adalah organisme yang dapat menggunakan sumber energi cahaya untuk mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Contohnya tumbuhan hijau. Kedua kemoautotrop adalah organisme yang dapat memanfaatkan energi dari reaksi kimia untuk membuat makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya bakteri nitrit dan nitrat
b)  Organisme heterotrop, adalah organisme yang memperoleh bahan organik dari organisme lain. Contohnya hewan, jamur dan bakteri non autotrop.

b.      Berdasarkan kedudukan fungsional dalam ekosistem (Niche)
1)  Produsen, semua organisme autotrop.
2)  Konsumen, semua organisme heterotrop. Contohnya karnivora, herbivora dan omnivora.
3) Pengurai atau perombak, organisme yang mampu menguraikan organisme mati menjadi mineral atau bahan anorganik kembali. Contohnya bakteri dan jamur.
4) Detritivora, organisme yang memakan bahan organik dan diubah menjadi partrikel organik yang lebih kecil strukturnya. Contohnya cacing tanah dan kumbang kotoran.

B.    Habitat dan Relung Ekologi
Setiap mahluk hidup dalam ekosistem menempati suatu tempat hidup yang spesifik. Tempat hidup tersebut antara lain dapat di dasar perairan, di bawah bebatuan, atau di dalam tubuh mahluk hidup lain. Itulah sebabnya pada tempat-tempat tertentu kita dapat menemukan mahluk hidup yang khas dan tidak dapat di jumpai tempat lainya. Tempat hidup yang spesifik tersebut dikenal dengan istilah habitat.
Untuk melakukan berbagai aktivitas hidupnya, setiap mahluk hidup membutuhkan energy dan nutrisi. Kebutuhan hidup tersebut dapat dipenuhi melalui berbagai proses yang dapat menentukan kedudukan mereka dalam suatu ekosistem. Daam hal tersebut mereka dapat berperan sebagai produser, consumer, decomposer, predator, mangsa, parasit atau pesaing. Masing-masing mahluk hidup, dengan peranannya yang berbeda-beda secara bersama-sama dengan lingkungan abiotiknya akan membentuk suatu relung ekologi.
Istilah relung (Niche) dalam ekolgi dapat diartikan sebagai tempat atau cara hidup. Relung ekologi setiap spesies meliputi semua macam hubungan antara spesies itu dengan lingkungannya. Contohnya kehidupan tikus sawah. Tikus sawah merupakan salah asatu mata rantai dalam mata rantai dalam komunitas sawah yang mempunyai berbagai hubungan dengan mahluk hidup lain di dalam lingkungannya. Akan tetapi, keberadaan tikus sawah juga dipengaruhi oleh lingkungan abiotik, misalnya struktur tanah sawah, banyaknya air di sawah, iklim setempat. Sebaliknya, tikus sawah juga dapat mempungaruhi abiotik di sekitarnya. Misalnya, membuat lubang-luban di pematang sawah sebagai tempat berlindung dan menyembunyikan makananya. Cara hidup tikus sawah tersebut tidak akan dapat di daerah pasiratau habitat lainya. Setiap speies memerlukan habitat yang sesuai  denga cara hidupnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa relung ekologi merupakan cara hidup suatu mahluk hidup pada suatu habitat.

C.       Komunitas ekologi
Contoh Komunitas
Ekosistem merupakan suatu kesatuan yang terdiri  atas lingkungan fisik  dan semua interaksi mahluk hidup dalam suatu daerah dan interaksi mereka dengan komponen lingkungan abiotik. Interaksi beberapa kelompok mahluk hidup di dalam ekosistem disebut komunitas. Di dalam ekosistem terdapat bermacam-macam  komunitas. Setiap komunitas  terdapat sekumpulan populasi dari berbagai spesies yang berinteraksi satu sama lain. Populasi adalah sekolompok mahluk hidup dari spesies yang sama pada tempat dan waktu yang sama pula. Contohnya adalah rerumputan di depan rumah (populasi rumput) dan sekumpulan harimau di padang rumput (populasi harimau).

D.    Hubungan antarkomponen dalam ekositem
Seperti yang sudah kita bahas di atas bahwa di dalam suatu ekosistem terdapat factor abiotik dan factor biotic yang saling berinteraksi satu sama lain. Ada beberapa macam hubungan interaksi ekologi antar sesama mahluk hidup. Interaksi itu dapat terjadi, baik antar individu dalam populasi maupun antar individu berbeda populasi atau berbeda jenis. Bentuk interaksi tersebut dapat berupa merugikan, menguntungkan, atau tidak mempengaruhi. Mari kita pelajari jenis-jenis interaksi dalam ekosistem.
1.       Kompetisi
Gambar: Kompetisi
Setiap individu mempunya kebutuhan tertentu untuk memenuhi kebutuhan energinya. Di alam ada beberapa individu yang mempunyai sumber energy yang sama, jika sumber-sumber itu kebutuhan itu dalam jumlah yang terbatas makan hubungan antarspesies akan berubah menjadi suatu bentuk persaingan atau kompetisi. Kompetisi adalah  bentuk interaksi dua mahluk hidup yang mengakibatkan kedua mahluk hidup yang sering diperebukan itu antara lain adalah berupa makanan, tempat berlindung, tempat bersarang, sumber air dan pasangan untuk kawin.

2.      Predasi
Gambar: Predasi
Di dalam sebuah interaksi makhluk hidup terdapat hubungan satu spesies memakan yang lain. Dalam hal ini konsumennya disebut predator, sedangkan spesies yang dimakan disebut sebagai mangsa.

3.   Simbiosis
simbiosis atau hidup bersama bias berbentuk  parasitisme, komensalisme, protokooperasi, dan mutualisme. Untuk lebih jelas mari kita pelajari sebagai berikut:
a.   Simbiosis parasitisme
Gambar: Parasitisme



      Merupakan bentuk interaksi yang dapat menyebabkan satu pihak mendapatkan keuntungan, sedangkan pihak lain mendapatkan kerugian tapi tidak menyebabkan kematian. Contohnya banalu parasit pada pohon

b.  Simbiosis komensialisme
Gambar: Komensialisme
    Merupakan bentuk interaksi yang menyebabkan satu pihak mendapatkan keuntungan, sedangkan pihak lain tidak dipengaruhi (tidak diuntung dan tidak rugi). Ikan remora memperoleh makanan dari hiu.

c.  Simbiosis mutualisme
Gambar: Mutualisme
     Merupakan bentuk interaksi yang menyebabkan kedua spesies sama-sama mendapatkan keuntungan. Contohnya penyerbukan bunga mangga dengan serangga

Latihan

1. Jelaskan yang dimaksud dengan komponen Abiotik dan komponen biotok serta berikan contohnya!
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan istilah Individu, populasi, komunitas, habitat, relung dan ekosistem!
3. jelaskan apa yang dimaksud simbiosis mutualisme, simbiosis  komensialisme, dan simbiosis parasistisme sertakan dengan  contoh dan gambarnya.
4. Jelaskan  perbedaan antara predasi dan kompetisi sertakan dengan contoh masing-masing


4 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. tolong di jawab 1 pertanyaan ini :
    Jelaskan 4 komponen penyusun ekosistem ?
    kalau sudah di jawab di balas ya

    ReplyDelete
  3. penjelasan dan contoh dari simbiosi protokooperasinya bagaimana ?

    ReplyDelete
  4. interaksi dalam ekosistem yang kaitannya dengan simbiosis bisa disertai gambar gak min?

    ReplyDelete

.comment-content a {display: none;}